Gubernur Kalsel Optimis 2020 Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, optimis pada tahun 2020 perekonomian di skala daerah dan nasional akan tetap stabil serta tumbuh meningkat. Hal itu disampaikan Paman Birin, –sapaan akrabnya–, pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019, di Banjarmasin, Rabu (11/12). Dikatakan Paman Birin, meski ekonomi Kalsel di triwulan III tahun 2019 tumbuh melambat yaitu 3,72 persen year on year dibanding triwulan II tahun 2019 yang tumbuh sebesar 4,20 persen akibat dampak ekonomi dunia, namun ia optimistis pada tahun 2020 akan dapat tumbuh meningkat. Melambatnya ekonomi Kalsel dipicu oleh penurunan harga batubara, dipengaruhi lemahnya permintaan produksi dan ekspor karet, serta kebijakan pembatasan kuota produksi izin usaha pertambangan. Namun di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kalsel masih didukung sektor industri pengolahan yang tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi ini salah satunya didorong oleh peningkatan kinerja CPO. Masih baiknya prospek CPO menjadi pertanda bahwa sektor ini berpotensi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi Kalsel. Selain itu, masih asa prospek permintaan BBM Nabati atau Biofuel ke depan yang akan semakin tinggi, baik pasar nasional maupun internasional. “Meski demikian saya optimis pada 2020 akan meningkat. Optimis ini dilatari adanya piranti ekonomi yang kokoh dari pemerintah pusat yang terus mendorog pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasya. Semakin solid dan sinergisnya stakeholder terkait dan pelaku usaha dalam upaya bersama menjaga ketahanan ekonomi nasional dan lokal, juga menjadi piranti utama. Paman Birin menambahkan, Pemprov Kalsel telah memiliki piranti atau strategi kunci untuk menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020, sebagai bagian dari keikutsertaan Pemprov Kalsel dalam mendukung kebijakan ekonomi pusat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional, ditandai dengan ditetapkannya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2020. Rencana kerja ini mengambil tema “Memacu Daya Saing Perekonomian yang Didukung SDM yang Berkualitas”. Dari RKPD ini telah ditetapkan 4 prioritas pembangunan daerah tahun 2020 yaitu, peningkatan SDM, peningkatan daya saing ekonomi dengan memperhatikan pelestarian lingkungan hidup, tata kelola pemerintahan yang baik, serta peningkatan sarana dan prasarana yang berkualitas. Sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, agenda transformasi perekonomian yang mengoptimalkan sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu agenda Pemprov Kalsel. Adapun sektor yang terus didorong untuk ditingkatkan nilai tambahnya adalah sektor agro industri dengan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan baru. Sementara Kepala Perwakilan BI Kalsel, Herawanto mengatakan, ekonomi global sepanjang tahun 2019 semakin tidak ramah. Perang dagang meluas menandakan turunnya globalisasi. Hal ini turut berdampak pada perekonomian Indonesia termasuk Kalsel, namun masih patut disyukuri kinerja dan prospek ekonomi Indonesia cukup baik. Adapun pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada tahun 2019, diakui Herawanto, kembali menghadapi tantangan dari tertahannya kinerja ekspor dan pertambangan batubara, sehingga pertumbuhan pada tahun 2019 diperkirakan lebih rendah dibanding tahun 2018. Namun pada tahun 2020, perekonomian Kalsel berpeluang meningkat seiring pemulihan kinerja ekspor dan pertambangan batubara, serta meningkatnya industri pengolahan. (bdm/syh)

Leave a Reply