Gubernur Ingin Masyarakat tidak Susah Beli Beras

WhatsApp Image 2018-07-11 at 9.29.32 AM

BATOLA – Gubernur Kalimantan Selatan H,  Sahbirin Noor menginginkan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018, menjadi momentum untuk meningkatkan produksi pertanian yang berujung pada kedaulatan pangan Indonesia.

Hal tersebut disampaikanya usai meninjau lokasi HPS di Desa Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Selasa, (10/7) petang.

“Kta lihat lahan yang belum tergarap di Kecamatan Jejangkit ini mencapai ribuan  hektar.  Untuk dapat menyeselaikan pekerjaan rumah ini perlu sinergi dan kerja keras dari semua stakeholder. Kita sebagai tuan rumah ingin memberikan yang terbaik dengan semampu kita, kalau ini berhasil salah satu poin utama yang saya inginkan adalah masyarakat tidak susah membeli  beras,” sebutnya.

Menurut Gubernur, Kalimantan Selatan merupakan satu dari dua provinsi yang menjadi fokus pemerintah pusat untuk meningkat hasil pertanian.

Hal itu dibuktikan dengan terus mengalirnya bantuan alsintan, seperti  22 unit yang dikirim langsung oleh Kementerian Pertanian. Saat ini semuanya sudah tiba di Desa Jejangkit dengan jumlah 40 unit excavator.

Dengan mengalirnya bantuan excavator itu akan lebih memudahkan pengerjaan lahan. “Kita optimis bisa menyelesaikan pekerjaan rumah ini, apalagi TNI sudah siang malam bekerja, belum lagi ditambah ASN d ilngkup Pemprov Kalsel dan Kabupaten Barito Kuala bersama masyarakat,” sebutnya.

Disampaikanya, saat ini Pemprov Kalsel tengah fokus menggeser dari ketergantungan terhadap tambang kepada enam sektor utama salah satunya adalah pertanian.

Kalimantan Selatan merupakan provinsi yang sangat serius untuk meningkatkan ketersediaan pangan.

Menurut data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan  produksi padi Kalimantan Selatan tahun 2017 mencapai 2.452.367 ton.

Kabupaten Barito Kuala menempati rangking pertama dalam menyumbang produksi padi sebanyak 389.757 ton. Jika lahan rawa lebak seluas 4000 hektar itu bisa digarap dengan maksimal dan bisa dua kali tanam ada potensi penambahan sebesar 32.000 ton beras.

Tentunya itu akan menambah pundi-pundi produksi padi di Provinsi Kalimantan Selatan.  Kalimantan Selatan termasuk 10 besar daerah penghasil padi di Indonesia, ini menjadikan Kalimantan Selatan termasuk daerah sentra pangan nasional.(fah/bdm)

Leave a Reply