Kepariwisataan Berbasis Masyarakat Dikembangkan

4bc9-36315rzf05v4h8cjr39hje

BANJARMASIN– Pemprov Kalsel mengembangkan sektor kepariwisataan terpadu berbasis masyarakat. Inisiasi pengembangan model ini, berawal dari pemikiran GubernurKalsel, H Sahbirin Noor.

Model terpadu pembangunan kepariwisataan, melibatkan stakeholder antarpemerintah, baik pusat, provinsi, kabupaten/kota dan segenap komponen masyarakat, termasuk asosiasi kepariwisataan.

Gubernur dalam setiap kesempatan diacara formal maupun pertemuan langsung bersama masyarakat, menekankan pentingnya kerja bersama antarstakholder dan masyarakat untuk memajukan sektor kepariwisataan daerah.

Menurutnya, selama ini pola pengembangan kepariwisataan cenderung kurang terintegrasi. Artinya, masing-masing daerah bergerak kurang terpadu. MelaluI pendekatan berbasis masyarakat dan terpadu, kepariwisataan di Banua akan berkembang pesat.

“Saya sangat yakin. Jika kita semua bergerak dan saling bersinergi memajukan sektor pariwisata dengan menempatkan masyarakat sebagai pilar utama, maka pembangunannya di daerah kita akan berkembang pesat,” tegasnya saat menghadiri event Budaya Mappanreritasi di Pantai Pagatan, Tanah Bumbu, Minggu (29/4).

Sektor kepariwisataan jika dikelola dengan baik dan optimal, maka akan mampu menggerakan ekonomi mikro maupun makro. Ini sudah terbukti di beberapa daerah yang mengandalkan pariwisata sebagai pondasi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Selaras dengan harapan gubernur, Sekda H Abdul Haris Makkie, menterjemahkan dalam bentuk karya ilmiah berjudul: Pengembangan PariwisataTerpadu Berbasis Masyarakat di ProvinsiKalsel (Community Based Integrated Tourism Development / CBITD).

Bahkan inovasi untuk memajukan sektor kepariwisataan daerah ini, oleh sekdaprov dijadikannya sebagai proyek perubahan di peserta Diklatpim I Angkatan XXXVIII Lembaga Administrasi Negara RI Pusdiklat Kepemimpinan Aparatur Nasional 2018.

“Sejumlah stakeholder dan masyarakat sudah kita lakukan wawancara langsung untuk semakin memperkaya dan menguatkan akurasi data karya ilmiah ini,” terang Abdul Haris, di sela diskusi dengan tema; Upaya Bersama Mengembangkan Kepariwisataan dengan Stakeholder Terkait dan Masyarakat, akhir pekan tadi.

Pemikiran pentingnya pengembangan pariwisata terpadu berbasis masyarakat, sambung sekda, adalah bentuk terjemahan dari pemikiran Gubernur Kalsel yang menekankan pentingnya sinergitas dalam mengembangkan dan memajukan pariwisata daerah.

“Namun yang lebih paling lagi, peran serta masyarakat sebagai pilar utama yang turut menentukannya.” imbuhnya. (bdm/foto: ist)

Leave a Reply