Pembangunan Strategis Kalsel Meningkat

BANJARBARU– Ikhitiar Pemprov Kalsel bersama seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan Visi Kalsel Mandiri dan Terdepan (Mapan), Lebih Sejahtera, Berkeadilan dan Berdaya Saing, mulai membuahkan hasil.

Ini terbukti dari pencapaian kinerja sejumlah sektor strategis pembangunan daerah, melebihi target yang ditetapkan pemerintah secara nasional. Sektor pembangunan antara lain, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.

Pada 2017, pertumbuhan ekonomi Banua sebesar 5,29 persen atau mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan 2016 yang tercatat hanya 4,38 persen.

Tingkat pengangguran terbuka menurun, dari 5,45 persen pada 2016 menjadi 4,77 persen pada 2017. Angka ini lebih baik dari angka pengangguran nasional, yakni 5,5 persen dan rata-rata regional Kalimantan 5,2 persen.

Demikian pula dari sektor keuangan daerah, mengalami kenaikan signifikan. APBD Pemprov Kalsel untuk 2016 sebesar Rp5.521.865. 542.858,00. Pada 2017 naik menjadi Rp6.380,081.062.997,00.

Data Gini ratio Kalsel semakin membaik, dari 0,351 tahun 2016 menjadi 0,347 tahun 2017. Lebih baik dari rata-rata nasional 0,391 dan sedikit di atas regional Kalimantan 0,33.

Keberhasilan tersebut berkat sinergitas atau kerja bersama seluruh komponen masyarakat dan pemerintah pusat, provinsi, pemerintah kabupaten dan kota.

“Mari kita terus tingkatkan dan pertahankan,” ajak Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2018 di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (10/4).

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen dan berada di atas rata-rata nasional, harus dipertahankan dan ditingkatkan. Demikian pula dengan IPM, tingkat pengangguran dan kemiskinan, gini ratio dan indeks kualitas lingkungan hidup, harus ditingkatkan keberhasilanya pada tahun ini dan di tahun-tahun berikutnya.

Menurut gubernur, arah pembangunan Kalsel 2019 sudah jelas. Pemprov Kalsel melakukan pergeseran dari sektor pertambangan ke sektor utama non tambang, meliputi pariwisata, kedaulatan pangan, hilirisasi industri serta perdagangan dan jasa.

“Khusus untuk sektor pariwisata, dalam rangka menyambut visit Kalsel Year 2020,” jelas gubernur.

Berkaiatan hal itu, Paman Birin, sapaan akrabnya, memerintahkan Dinas Pariwisata bersama kabupaten/kota untuk mempersiapkan dan membuat program kepariwisataan yang konkret.

“Kawasan wisata Riam Kanan, Mandiangain, Lembah Kahung dan sekitarnya, harus didorong menjadi kawasan ekonomi khusus wisata. Sehingga bisa menjadi destinasi wisata nasional,” katanya.

Sementara di sektor kedaulatan pangan, menurut gubernur, diharapkan dengan pembangunan infrastruktur, akan meningkatkan produktivitas pertanian. Sehingga Kalsel bisa menjadi sentra pangan nasional.

“Begitupun di sektor hilirisasi industri, kawasan industri Batulicin dan Jorong agar bisa berfungsi sehingga mampu mendorong eksport dan import,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Kalse, Ir H Nurul Fajar Desira, CES, mengatakan, arah kebijakan dan prioritas rencana kerja Pemprov Kalsel yang pertama, mengurangi kontribusi sektor pertambangan dan meneruskan fokus pada pembangunan melalui sektor pertanian , kehutanan, perikanan, industri, perdagangan dan pariwisata.

Pendekatan penyusunan RKPD pada 2019 mengusung konsep money follow program, dimana alokasi anggaran berbasis pada prioritas yang menjadi fokus pada perencanaan dan pembangunan 2019.

Target yang ingin dicapai pada 2019, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,75, angka pengangguran 4,25 hingga 4,20 persen , pertumbuhan ekonomi 5, 4 persen hingga 5,8 persen . angka kemiskinan 4,25 persen hingga 4, 05 persen, indeks gini 0,296, indeks kualitas lingkungan hidup 61, tingkat pertumbuhan penduduk 1,56.

Prioritas pembangunan untuk 2019 sebanyak 6 prioritas, di antaranya penyiapan venue untuk menuju tuan rumah PON 2024, dan mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2019. (fah/bdm/foto: bambang)

Leave a Reply