Kalsel Usulkan KEK Kepariwisataan

BANJARBARU– Pemprov Kalsel tengah merancang desain pengembangan ekonomi baru melalui pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bidang kepariwisataan.

Saat ini sedang dilaksanakan kajian untuk mewujudkan KEK kepariwisataan, salah satunya dengan cara menggelar fokus group discussion (FGD) yang selanjutnya akan dibuat usulan KEK kepariwisataan di Kalsel.

Menurut Sekdaprov Kalsel, Drs H Abdul Haris Makkie, MSi, yang hadir dan menutup kegiatan FGD, Kalsel memiliki potensi pariwisata yang tidak kalah bagusnya dengan daerah maupun negara lain.

Sekda menekankan agar mengembangkan destinasi wisata yang menjadi ciri khas dari Kalsel, seperti wisata budaya, wisata relegi, wisata alam dan petualangan, serta destinasi-destinasi yang selama ini telah ada.

“Pariwisata saat ini menjadi tumpuan dari berbagai daerah maupun berbagai negara, untuk mendongkrak perekonomian,” tegas sekda.

Daerah Kalsel, sambung sekda, memilki berbagai destinasi wisata yang tidak kalah dengan yang lainnya. Ini harus dikembangkan, seperti wisata alam dan petualangan, wisata budaya, wisata religi, serta terus mengembangkan destinasi yang sudah ada.

Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata RI, Dadang Rizki Ratman, mendukung langkah Pemprov Kalsel dan kabupaten /kota untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Dijelaskan Dadang, membangun sektor pariwisata berarti memberikan kebahagiaan, membuka lapangan pekerjaan, menambah nilai manfaat, dan dapat mengentaskan kemiskinan.

“Kalau kita membangun destinasi wisata, maka kita memberikan kebahagiaan, membuka lapangan kerja, menambah nilai manfaat, dan menekan angka kemiskinan” ujar Dadang.

Sementara menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Kalsel, Drs H Heriansyah, MSi, saat ini sektor pariwisata akan terus dikembangkan, karena sektor pariwisata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisa menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.

Dijelaskan Heriansyah, di 2018 ini saja setidaknya ada 34 even pariwisata yang akan di gelar di Kalsel dan tersebar di seluruh kabupaten/kota. Termasuk salah satunya festival budaya pasar terapung yang sudah masuk dalam kalender wisata nasional, dan akan menggelar Kiram Art Festival yang akan melibatkan 7 negara.

Selain itu, juga akan mengusulkan KEK kepariwisataan di Kalsel, salah satunya di daerah Kiram, Riam Kanan, Banjarbaru dan sekitarnya.

“Dalam FGD ini, kami membahas terkait usulan KEK kepariwisataan di Kalsel. Kita akan saling bertukar pikiran, pendapat dengan kabupaten/kota untuk mewujudkan KEK kepariwisataan di Kalsel,” imbuhnya.

Dengan keseriusan ini, artinya Pemprov Kalsel tidak mau lagi bergantung pada sektor tambang maupun batubara yang dinilai sebagai sumberdaya yang tidak terbarukan yang suatu saat bisa habis.

Gubernur sering mengatakan, akan terus menggali sumber-sumber ekonomi diberbagai bidang, sehingga tidak lagi bergantung pada sumberdaya yang tidak terbarukan, seperti pertambangan maupun batubara.

Selain sektor pariwisata, sektor lainnya juga terus dikembangkan, seperti sektor perindustrian, pertanian, perkebunan, perikanan, dan sektor-sektor lainnya.(rny/foto: ist)

Leave a Reply