Produksi Pangan Kalsel Terus Meningkat

BERANDA HUMAS- Kepala Dinas Ketahanan Pangan  dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Ir Faturrahman didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Kalsel, Kurnadiansyah dan staf,  berfoto bersama usai menjadi narasumber  Program Beranda Humas 2018, Jumat (12/1).

Banjarbaru – Kerja keras Pemerintah Provinsi dalam mewujudkan daerah sebagai sentra pangan dalam beberapa tahun terakhir membuahkan hasil optimal. Ini terbukti dari terus meningkatnya produksi tanaman pangan,  khususnya Gabah Kering Giling.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Fathurrahman pada kegiatan Beranda Humas, Jum’at, Banjarbaru (12/1).

“Produksi tanaman pangan dan hortikultura, dalam 2 tahun terakhir ( 2017 dibanding 2015) tumbuh sangat signifikan, produksi padi meningkat 275.010 Ton gabah kering giling/GKG (12,85%) dari 2.140.276 ton GKG (2015) menjadi 2.415.286 ton GKG (2017),” terang Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura  Provinsi Kalsel,  Ir Faturrahman,  Jumat (12/1) pagi.

Pemaparan keberhasilan produksi pangan tersebut disampaikan Faturrahman saat menjadi narasumber utama melalui Program Beranda Humas dan Protokol Setdaprov Kalsel, dipandu presenter berbakat,  Belinda Devi S, dari Biro Humas dan Protokol.

Dijelaskan Faturrahman, data itu didukung dengan meningkatnya luas tambah tanam (LTT) seluas 73.649 ha (14,48%) dari 508.457 ha tahun 2015 menjadi 582.106 ha tahun 2017.

Lumbung padi Kalsel,   berada di Kabupaten Tapin dengan produksi 339,504 ton atau kontribusi sebesar 14,67 persen. Kemudian di di Barito Kuala sebanyak 334,345 atau kontribusi sebesar 14,45 persen dan Hulu Sungai Tengah sebanyak 286,617 atau 12.39 persen.

Tidak hanya itu, dikatakanya, kerja keras Pemprov Kalsel juga terlihat dalam meningkatkan produksi jagung, bawang merah, cabe merah/besar dan cabe rawit.

“Produksi jagung meningkat 176.648 ton jagung pipilan kering /JPK (137.46%) dari 128.505 ton JPK (2015) menjadi 305.153 ton JPK (2017). Peningkatan produksi itu didukung peningkkatan LTT jagung seluas 33.464 ha (147,68%) dari 22.660 ha (2015) menjadi 56.124 ha (2017),” sebutnya.

Untuk kontribusi jagung, Kabupaten Tanah Laut menjadi yang tertinggi dengan produksi 115,834 ton atau 58.39 persen kemudian Kabupaten Kotabaru dengan produksi 49,296 ton atau 24,85 persen.

Sedangkan produksi bawang merah naik 2.312 ton (266,67%) dari 867 ton (2015) menjadi 3.179 ton (2017) . Peningkatan produksi ini karena peningkatan luas panen seluas 280 ha(189,19%) dan peningkatan produktivitas atau hasil per hektar.

Produksi cabe merah/besar naik 2.183 ton (36,98%) dari 5.908 ton (2015) menjadi 8.086 ton (2017), terutama jarena peningkatan luas panen seluas 1 462 ha. Produksi cabe rawit naik 4.836 ton (99,12%) dari 4.879 ton (2015) menjadi 9.715 ton (2017), terutama karena peningkatan luas panen.

Menurutnya, keberhasilan diatas tidak terlepas dari dukungan semua pihak terutama pembinaan dan besarnya dukungan program, kegiatan dan anggaran APBN dan APBD.

“Dukungan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi berupa bantuan alsintan pra panen dari 2015 hingga 2017 sebanyak 9.280 unit sedangkan pasca panen 2.068 unit,” katanya.

Selain itu, pembinaan dan dukungan besar Gubernur dan Bupati dan Wali Kota se Kalsel melalui APBD Prov, dan Kab/Kota. Serta kerjasama dan sinergitas semua pihak yakni, jajaran Pertanian, TNI dan stakeholders mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hinga kementerian.

“Saya berharap selain menambah luas lahan tanam baru, sinergi yang selama ini dibangun tetap dipertahankan dan ditingkatkan antara Pemerintah Pusat, Provinsi Kabupaten Kota TNI Polri stakeholders terkait serta masyarakat, bersama-sama mewujudkan kedaulatan pangan di Kalsel,” sebutnya.

Sementera itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Kalsel, Kurnadiansyah, S.Sos, menambahkan, program ketahanan pangan merupakan salah satu  pembangunan prioritas dari 13 sektor prioritas pembangunan di Kalsel.

“Salah satu dari 13 program pembangunan itu adalah mewujudkan Kalsel sebagai daerah sentra pangan. Dan ini kerja bersama ini terus dilakukan seluruh stake holder terkait bersama masyarakat pertanian,” terangnya. (fah/*)

Leave a Reply