Dekranasda Kalsel Gelar Pelatihan Wira Usaha Baru

PEMBEKALAN- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel, Hj Raudhatul Jannah Sahbirin Noor, turut memberikan pelatihan teknologi proses desaian anyaman daun pandan, berlangsung di Kabupaten Kotabaru, baru baru tadi.

Kotabaru, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan, terus melakukan upaya nyata membina dan memberikan pelatihan bagi para pengrajin rumah tangga, untuk mengembangkan kreativitas agar bernilai ekonomi lebih tinggi.
Salah satu kegiatan itu adalah dengan menggelar Pelatihan dan Teknologi Proses dan Desain Anyaman Daun Pandan Bagi Wira Usaha Muda Baru, baru-baru tadi. Peserta yang diundangan dari kalangan wira usaha muda dan kelompok pengrajin masyarakat.
Dalam kegiatan berlangsung dari tanggal 13- 16 Desember 2017, Ketua Dekranasda Kalsel, Hj Raudhatul Jannah Sahbirin Noor, didampingi pengurus lain, Hj Rosdiawati Rudy Resnawan turut langsung memberikan pendampingan dan pelatihan.
Menurut Hj Radhatul Jannah, tujuan pemberian pelatihan teknologi proses desain anyaman dauan pandan bagi wira usaha muuda adalah untuk meningkatkan pengetahuan para pengrajin dalam memanfaatkan daun pandan agar lebih bernilai ekonomis.
“Kita mengetahui manfaat daun pandan bagi masyarakat cukup banyak. Salah satunya adalah bisa dijadikan bahan baku dasar dalam pembuatan tikar, tas atau barang rumah tangga lain yang bisa mendatangkan penghasilan tambahan,” jelasnya.
Daun pandan, sebut Raudhatul Jannah, sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan rumah atau tempat- tempat berlahan basah. Biasanya daun pandan tumbuh subur meski tidak dilakukan melalui pemeliharaan khusus.
Sebagai bahan baku utama dalam membuat alat-alat rumah tangga bernilai ekonomis, penting dilakukan upaya pemanfaatan melalui kegiatan pelatihan secara langsung.
“Kami berharap melalui kegiatan pelatihan desain anyaman dari daun pandan ini, masyarakat terutama di kalangan ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri bisa menjadikan daun pandan sebagai kerajinan yang memberikan sumber pendapatan baru keluarga,” ucapnya. Pelatihan teknologi dan desain anyaman daun pandan akan terus dikembangkan ke daerah lain di Kalimantan Selatan. Pasalnya, kegiatan ini memberikan multi efek positif bagi pengembangan dan peningkatan kerajinan masyarakat di tingkat keluarga.
Bagi mereka yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan akan terus mensosialisasikan ulang kepada masyarakat lainnya. Sehingga akan banyak masyarakat yang memanfaatkan daun pandan untuk dijadikan beragam usaha kreatif keluarga. *

Leave a Reply