Bamboo Rafting Loksado Bakal Menjadi Rekreasi Dunia

WhatsApp Image 2017-12-17 at 21.51.57

Loksado-  Wisata Bamboo Rafting, di Sungai  Amandit, Desa Lok lahung, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan,  digelar setiap akhir tahun oleh pemerintah daerah setempat, diyakini akan menjadi daerah tujuan wisata dunia.
Harapan besar itu hanya bisa diwujudkan jika semua pihak saling bersinergi mempromosikan secara terukur, melalui kegiatan-kegiatan wisata secara tepat waktu dengan melibatkan semua komponen masyarakat.
“Saya optimistis jika semua pihak bekerja keras saling bersinergi mempromosikan wisata bamboo rafting di Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, maka pesona wisata ini suatu saat akan menjadi tempat tujuan wisata dunia,” ucap Gubernur Kalimantan Selatan,  H Sahbirin Noor, saat membuka secara resmi Festival Loksado 2017, Minggu  (17/12/2017) pagi.
Diutarakan H Sahbirin Noor, pesona alam Sungai Amandit Hulu Sungai Selatan memiliki daya tarik luar biasa, khususnya mereka yang ingin menikmati keindahan panorama sungai dengan menggunakan bamboo rafting. Pasalnya, areal sungai yang dilintasi cukup menantangnya untuk selalu siaga menaklukan derasnya air dari hulu menuju hilir sungai.
Pesona lain yang mengangumkan Sungai Amandit Loksado adalah pemandangan suasana alam di bantaran sungai yang ditumbuhi tanaman dan buah khas lokal yang jarang ditemukan di tempat wisata lain.
Paman Birin, sapaan akrab kepala daerah kelahiran 12 November 1967 ini mengatakan Festival Loksado Bamboo Rafting mengandung unsure budaya tradisi- tradisi kehidupan masyarakat seperti ini perlu dilestarikan dan bahkan dikembangkan menjadi pesona Indonesia dari Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Sektor pariwisata telah menjadi andalan untuk meningkatkan perekonomian  daerah dan perekonomian masyarakat. Hampir semua pemerintah daerah di Indonesia berupaya menggali dan mengembangkan potensi wisata di wilayah masing-masing.
Tiap-tiap daerah, lanjut Paman Birin, berlomba mengali wisatanya baik wisata alam, wisata pantai, wisata budaya, wisata religious, hingga wisata kuliner. Di Kalimantan Selatan semua potensi itu ada. Namun pengelolaannya belum maksimal, sehingga pariwisata di daerah ini belum begitu maju.
“Kita perlu lebih bekerja keras untuk mempercepat pembangunan di sector kepariwisataan. Masih banyak yang perlu dilakukan pembenahan-pembenahan seperti pembenahan infrastruktur pariwisata, promosi dan menghidupkan budaya Sapta Pesona  ditengah-tengah kehidupan masyarakat,” tandasnya.
Berkaitan dengan halte tersebut, Paman Birin menaruh harapan besar kepada para bupati dan walikota di daerahnya, segera berbenah dan melakukan percepatan dalam memajukan pariwisata di daerah masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan dalam memajukan pariwisata akan memberikan dampak multi efek, baik secara ekonomi maupun dari aspek lainnya seperti terbukanya lapangan kerjabaru, berkembangnya usaha kecil menengah (UKM) dan produk-produk kerajinan rakyat.
Gubernur Kalsel mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras membantu terselenggaranya Event Loksado 2017. Melalui festival ini informasi tentang kekayaan budaya, kekayaan alam dan keunikan pariwisata di daerah Loksado akan lebih dikenal masyarakat.
Untuk itu penting dilakukan promosi dalam rangka memajukan kepariwisataan daerah. Jangan berharap pariwisata bisa maju, jika lemah dalam berpromosi. Daerah Loksado memiliki daya magnet luar biasa, terutama daya Tarik bamboo rafting.
Di daerah lain, wisatawan terbiasa dengan medan arung jeram dengan menggunakan perahu karet, dan ini banyak dijumpai. Namun di Kalsel masyarakat melakukannya dengan cara yang lain, cara unik yang bersumber dari tradisi masyarakat Loksado.
Ini suatu keunggulan dan daya Tarik yang seharusnya bisa kita andalkan untuk memajukan pariwisata di Kalsel khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Senada dengan Gubernur H Sahbirin Noor, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Drs H Heriansyah mengemukakan, pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota dan seluruh komponen masyarakat akan terus bekerja keras memajukan sektor kepariwisataan daerah.
“Semua apa yang menjadi dipesankan gubernur menjadi perhatian serius kami untuk saling bekerjasama dan terus kreatif melalui perencanaan program terukur di bidang kepariwisataan daerah,” tandas Heriansyah.
Pada Festival Budaya Loksado 2017, juga digelar kegiatan-kegiatan budaya tradisi adat Dayak Loksado seperti tari-tarian tradisional Kurung-Kurung dan Tarian Bapangsai mengandung makna penghomatan kepada tamu dan wisatawan serta pertunjungan kesenian lokal khas warga setempat.
Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Hj Raudahtul Jannah mengharapkan untuk mewujudkan Wisata Bamboo Rafting sebagai wisata kelas dunia semua pihak harus berperan aktif. Paling penting adalah menjaga kebersihan sungai serta melengkapi destinasi wisata itu dengan sarana-sarana publik agar lebih memikat hati para pengunjung.
“Mari kita jaga kasawan wisata ini dengan senantiasa menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Pasalnya, kita yakin objek wisata ini kedepan jika dikelola dengan baik akan menjadi destinasi wisata unggulan di Kalimantan Selatan, bahkan nasional atau dunia,” tandas istri Gubernur Kalsel ini penuh optimistis. (humpro)

Leave a Reply