Gubernur Apresiasi Advokasi Pelayanan Kesehatan Tradisional

WhatsApp Image 2017-11-09 at 05.28.09

KESEHATAN- Sekdaprov Kalsel Drs H Abdul Haris MSi membuka kegiatan Advokasi Pelayanan Kesehatan Tradisional Tingkat Provinsi Kalimantan
Selatan Tahun 2017, Royal Jelita Hotel Banjarmasin, Rabu (8/11/2017).

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengapresiasi upaya nyata dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel bersama stakeholder terkait, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program-program yang berpihak untuk rakyat.
Salah satunya adalah kegiatan Advokasi Pelayanan Kesehatan Tradisional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2017, pada tanggal 8 – 9 November 2017 yang bertempat di Ballroom Ulin-Wood Royal Jelita Hotel Banjarmasin (8/11).
Dalam sambutan tertulis disampaikan Sekdaprov Kalsel Drs H Abdul Haris, MSi Paman Birin, sapaan akrab kepala daerah dikenal dekat dengan rakyat ini mengatakan peran pemerintah untuk hadir di tengah tengah masyarakat dalam bidang apapun termasuk bidang kesehatan harus terus ditingkatkan.
Salah satu wujud dari peran iti adalah melalui kegiatan Advokasi Pelayanan Kesehatan Tradisional Tingkat Provinsi Kalsel 2017. Diharapkan kegiatan ini akan merekomendasikan rumusan-rumusan penting d bidang kesehatan dan perlindungan bagi petugas kesehatan dan masyarakat petugas kesehatan.
“Kehadiran dan kontribusi pada forum ini sangatlah penting, mengingat pelayanan kesehatan tradisional perlu didukung dengan adanya kebijakan dan anggaran, sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus melindungi masyarakat dari praktek pelayanan kesehatan yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.
Pelayanan kesehatan tradisional merupakan pelayanan yang masih diminati dan banyak digunakan masyarakat, berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (RIKESDA) tahun 2013, proporsi rumah tangga yang memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional sebesar 30,4%. Dari angka tersebut, menggambarkan bahwa pelayanan kesehatan tradisional diminati sebagiab besar masyarakat. Hal ini yang mengakibatkan potensi yang cukup besar dan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, karena merupakan bagian dari pembangunan kesehatan nasional.
Abdul Haris berpesan, dalam pertemuan advokasi ini nantinya akan menghasilkan keputusan-keputusan dan ide-ide yang mampu memajukan perkembangan pelayanan kesehatan tradisional.
“Mari kita samakan persepsi dalam pengembangan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional, ini penting demi melahirkan kepastian hukum yang berdampak positif terhadap kebijakan maupun anggaran serta dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan perlindungan bagi pengguna maupun pemberi layanan kesehatan tradisional.” ajak sekdaprov. (humpro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *