Event Akbar FORNAS Harumkan Kalsel

MELEPAS MERPATI- Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor bersama Staf Ahli Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Hj Adiyati, Sekdaprov Kalsel H Abdul Haris dan Ketua FORNAS Pusat, Haryono Isman, melepas merpati putih sebagai tanda simbolis peresmian Pembukaan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) ke IV, di Taman Siring Sungai Martapura, Minggu (22/10/2017) pagi.

Banjarmasin- Kalimantan Selatan kembali tercatat sebagai salah satu daerah peduli dalam upaya pelestarian budaya dan olahraga tradisional. Melalui Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) ke IV, di Kota Banjarmasin, mulai 20- 24 Oktober 2017, mampu mengangkat citra provinsi berpenduduk 4. 119.794 jiwa itu, sebagai daerah berperan aktif melindungi olahraga tradisonal.
Kecerdasan panitia menjadikan Siring Bantaran Sungai Martapura, Jl Piere Tendean Banjarmasin sebagai tempat utama pada acara pembukaan , Minggu (22/10/2017) pagi, mendapat apresiasi luar biasa dari 22 provinsi peserta dan tamu undangan yang berhadir.
Pasalnya, selain mampu menyuguhkan pemandangan keramahan sungai yang memesona, juga rangkaian cara dikemas apik, edukatif dan bernilai nasionalisme memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Semangat kebersamaan penuh persahabatan antarpeserta dan pelatih, semakin terasa saat Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengawali pidatonya dengan semangat memperkokoh persatuan dan kesatuan.
Paman Birin menegaskan, Indonesia adalah bangsa besar. Ini karena kita memiliki beragam suku, budaya dan adat istiadat. Semua hidup berdampingan penuh toleransi dan saling tolong menolong.
“Siapapun dan dari mana pun kita berasal adalah Indonesia. Baik dari Aceh, Sumatera, Sulawesi, Jawa dan Papua atau dari daerah manapun kita adalah satu bangsa, yakni Bangsa Indonesia. Mari kita jadikan keberagaman sebagai alat pemersatu bangsa untuk menuju bangsa berdaya saing dan bermartabat,” tandas pria yang juga populer dengan sebutan Anak Sungai Martapura ini.
Menurut Paman Birin, event olahraga rekreasi adalah media tepat untuk mengokohkan kebersamaan dan nilai-nilai kegotongroyongan sebagaimana diwariskan para pejuang dan orangtua tempo dulu.
Tujuan event ini tidak semata melestarikan kembali olahraga tradisional yang memberikan dampak positif bagi generasi muda, lebih penting lagi adalah sebagai perekat nilai-nilai persaudaraan antarpeserta dari berbagai daerah. Harapan penting lagi adalah, event ini menjadi media komunikasi budaya dan ilmu pengetahuan hingga menambah khazanah budaya nasional.
Sementara itu Ketua FORNAS Pusat Haryono Isman juga memuji kesiapan Kalsel menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Menurutnya, momen kegiatan nasional ini tidak hanya menjadi gambaran kepedulian daerah melestarikan olahraga tradisional namun juga sebagai sarana potensi mengenalkan wisata unggulan daerah.
“Ini pertama kali saya menyaksikan ada event olahraga tingkat nasional di mana bantaran sungai dijadikan tempat kegiatan pembukaan. Sungguh luar biasa , pemandangan alam yang memesona,” ucap puji Haryono Isman.
Haryono pun memuji dukungan pemerintah daerah setempat atas kesiapan dalam menyelenggarakan event pelestarian olahraga tradisional, terutama dukungan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.
Menurutnya, inisiasi pembukaan acara dengan mengambil tempat di siring bantaran Sungai Martapura, Jl Piere Tendean Banjarmasin ini adalah sebuah ide cerdas dan luar biasa. Peserta tidak hanya disuguhkan dengan pesona sungai yang mengagumkan tetapi juga mampu merekatkan persahabatan antarpeserta.
Hal senada juga diutarakan Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Hj Adiyati. Menurutnya, selaku perwakilan pemerintah dirinya sangat terkesan dengan semangat Berjuang Gelorakan Rakyat (BERGERAK) yang selalu digaungkan Pemerintah Provinsi Kalsel.
” Bergerak sangat selaras dengan visi Presiden Joko Widodo, yakni Bekerja, bekerja dan bekerja untuk rakyat. Semangat bergerak dari Pak Gubernur Kalsel, harus kita dukung untuk kemajuan daerah dan bentuk sinergitas dengan semangat pembangunan pemerintah,” ajaknya. (humpro)

Leave a Reply