Paman Birin Bantu Warga Pelosok Bisa Jadi Calon Anggota POLRI

Banjarbaru- Mimpi besar sebagian warga pedesaan di Kalimantan Selatan untuk bisa diterima menjadi anggota POLRI, serta memiliki kemampuan kompetensi agar bisa lolos dari seleksi dari negara, tidak lama lagi bakal menjadi kenyataan.
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor bersama Kapolda Brigjen Pol Rachmat Mulyana, sepakat untuk melakukan kerja sama dalam bentuk pembinaan dan pelatihan sebagai persiapan awal bagi generasi muda yang ingin menjadi calon anggota POLRI.
Bertempat di Ruang Rapat PM Noor, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, Senin (16/10/2017), kedua pejabat negara ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman yang diwujudkan dalam sebuah kerja sama.
“Melalui penandatanganan nota kesepahaman antara saya (Gubernur,red) dengan Kapolda Kalsel, telah disepakati beberapa poin penting membantu generasi muda yang memiliki minat untuk berkarir di kepolisian,” terang Gubernur H Sahbirin Noor, usai penandatanganan MoU.
Diterangkan, bentuk kerja sama dengan pihak Polda Kalsel adalah melakukan persiapan pelatihan dan pembinaan kepada warga pelosok yang berkeinginan kuat menjadi calon anggota POLRI.
Latar dari kerja sama ini, lanjut gubernur, bercermin dari banyaknya warga Kalsel terutama yang bermukim di pelosok pedesaan yang belum berhasil lulus pada penerimaan calon anggota polisi.
Dijelaskan pria yang akrab disapa Paman Birin ini, salah satu faktor ketidakberhasilan itu adalah kurangnya persiapan atau informasi terkait pengetahuan penting mengenai prosedur maupun persiapan fisik sebelum mengikuti seleksi sesunguhnya
“Kita semua pernah mendengar banyak warga Banua kita terutama yang tinggal di pelosok, pesisir atau pegunungan yang tidak berhasil lolos dari uji komptensi calon anggota POLRI. Kebanyakan dari mereka rontok pada tahap uji kesehatan dan psikologis,” tandasnya
Hal senada diutarakan Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana. Diutarakan, melalui pembinaan dan pelatihan generasi muda yang memiliki minat untuk menjadi calon anggota POLRI, maka penting dilakukan persiapan-persiapan.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pemprov Kalsel untuk membantu generasi muda yang memiliki minat kuat menjadi anggota POLRI, terutama mereka yang tinggal pedesaan untuk mempersiapkan diri sedini mungkin,” tandasnya.
Kendati demikian, sebut jenderal berbintang satu ini, pembinaan dan pelatihan yang nantinya diberikan tidak serta merta sebagai jaminan untuk lolos kompetensi. Paling tidak mereka diberikan pelatihan dan pembinaan sebagai persiapan atau bekal uji seleksi sesungguhnya. (humpro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *