Kemenlu Puji Keberpihakan Pemprov Lindungi TKI

IMG-20171015-WA0009

BERITA ACARA- Kepala Seksi Arab Saudi 1 Direktorat Perlindungan WNI/BHI Kemenlu RI Anhar Siregar menyerahkan berita acara dan bukti paspor pemulangan dua warga WNI asal Kalsel kepada Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdaprov Kalsel, H Siswansyah, di VIP Room Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Sabtu (14/10/2017).

 

Banjarbaru,- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia, memuji keberpihakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, atas upaya nyata dalam memberikan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Banua yang bekerja di luar negeri terutama Arab Saudi.
Keberpihakan dalam wujud kebersamaan itu dibuktikan dengan berhasil dipulangkannya dua TKI atas nama Aminah asal Kabupaten Banjar dan Darmawati asal Kabupaten Tapin. Keduanya akhirnya bisa dipulangkan ke tanah air dan kembali ke Banua setelah sebelumnya sempat kesandung masalah hukum ketenagakerjaan di Arab Saudi.
“Kerberhasilan memulangkan dua TKI asal Kalsel tersebut merupakan bukti dari perhatian pemerintah daerah di sini, atas upaya nyata bersama Kemenlu dan instansi terkait lainnya dalam memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di luar negeri,” papar Anhar Siregar, Kepala Seksi Arab Saudi 1 Direktorat Perlindungan WNI/BHI Kementerian Luar Negeri RI.
Apresiasi dari pejabat kemenlu ini disampaikan pada acara Serah Terima Pemulangan WNI/TKI atas nama Aminah dan Darmawati berlangsung di VIP Room Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin, di Banjarbaru Sabtu (14/10/2017) malam.
Diutarakan, peran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan bagi tenaga kerja asal daerah setempat sangat diperlukan. Tanpa peran daerah dalam menyelesaikan kasus-kasus ketenagakerjaan termasuk kasus pidana umum, sulit bagi pemerintah untuk memberikan perlindungan optimal bagi TKI yang bekerja di luar negeri.
Koordinasi keterpaduan perlindungan tenaga kerja oleh pemerintah daerah di sini (pemprov, pemkab/pemko, red) sebut Anhar Siregar, sudah cukup baik. Ini ditandai dengan koordinasi cepat dalam menangani setiap persoalan ketenagakerjaan di luar negeri.
Terkait persoalan hukum yang sempat dialami Aminah dan Darmawati penting untuk dijadikan sebuah pembelajaran bagi seluruh TKI atau WNI kita yang ada di luar negeri, agar kasus serupa jangan sampai terulang lagi.
Sosialiasi pencegahaan penting dilakukan instansi ketenagaakerjaan daerah bersama instansi vertikal sebagai langkah preventif dan minimalisir jumlah kasus. Pemerintah pusat terus melakukan langkah-langkah preventif kasus ketenagakerjaan di luar negeri.
Sementara itu Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov Kalsel, H Siswansyah SH, MH, menyambut kepulangan Aminah dan Darmawati dengan penuh suka cita.
Sebagai wujud perhatian pemerintah provinsi dalam menyambut kedua TKI Banua, pada malam itu juga dilaksanakan syukuran sederhana yang dihadiri keluarga masing-masing kedua TKI, pejabat pemprov dan Sekda Banjar H Nasrunsyah didampingi Kadis Tenaga dan Transmigrasi, H Safrin Noor.
“Bapak Gubernur Sahbirin Noor atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kalsel, mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Kemenlu RI, KBRI Arab Saudi, BP2TKI, BP3TKI dan instansi tenaga kerja daerah, atas perjuangan panjang dalam memediasi dan melakukan langkah-langkah diplomasi hingga kedua TKI kami, bisa pulang ke Banua dengan selamat,” ucap tulus Siswansyah.
Gubernur Sahbirin Noor, lanjut Siswansyah, juga berpesan agar instansi ketenagakerjaan di daerah harus lebih proaktif lagi dalam mensosialisasikan peraturan yuridis tentang ketanagakerjaan, terutama bagi masyarakat yang ingin bekerja atau telah mendapatkan pekerjaan di luar negeri.
“Persoalan yang sempat dialami kedua tenaga kerja kita penting untuk dijadikan pembelajaran agar masalah serupa di kemudian hari tidak terulang lagi,” tandasnya seraya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi. (Humpro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *